Kamis, 27 September 2018

Dahsyatnya Menyebut Nama Anak Dalam Setiap Do'a

Boleh Dicoba! Ikuti..
Manfaat Menyebut Nama Anak Dalam Setiap Doa

Dr Fauzia Addabbus, seorang psikolog yang amat populer di Kuwait pernah menulis di Twitter tentang rahasia-rahasia doa seorang Ibu jika tiap malam ia mendoakan anak-anaknya, dan ternyata efek dari twitter itu telah mengubah jalan hidup banyak orang.

Isi twitternya sebagai berikut:

“…Wahai para ibu agar jangan engkau tidur tiap malam sebelum kau angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama anak-anakmu dan mengabarkan kepadaNya bahwa engkau rida atas mereka masing-masing.

Begini doanya:

Allohumma innii usyhiduka annii roodhiyah ‘an ibnii/ibnatii* … (sebut nama anak-anakmu satu persatu)… tamaamar-ridho wa kamaalar-ridho wa muntahayir-ridho. Fallohumma anzil ridhwaanaka ‘alaihim biridhooii ‘anhum

(Ya allah aku bersaksi kepadaMu bahwa aku rida kepada anak-anakku (…….) dengan rida paripurna, rida yang sempurna dan rida yang paling komplit. Maka turunkan ya Allah keridaanMu kepada mereka demi ridaku kepada mereka).

Testimoni Para Ibu Yang Mendoakan Anak
Seorang ibu yang mendoakan anak laki-lakinya yang berumur 22 tahun. Maka bercerita:

Sejak kelahiran anakku itu aku hidup dalam penderitaan karenanya. Dia tak pernah salat dan bahkan jarang mandi , dia sering berdebat panjang denganku, dan tak jarang dia membentakku dan tak menghormatiku, walaupun sudah sering aku mendoakannya.

Maka ketika membaca twittermu aku berkata: “Mungkinkah omongan ini benar? Tampaknya masuk akal? Dan seterusnya….”

Dan akhirnya kuputuskan untuk mencoba mendoakan. Lalu setelah seminggu mulai nada suara putraku kepadaku melunak, dan pertama kali dalam hidupku aku tertidur dalam kedamaian. Dan kemudian kudapati putraku mandi, padahal aku tak menyuruhnya.

Minggu kedua dan aku terus mendoakannya sesuai anjuranmu, ia membukakan pintu untukku dan menyapaku “Apa kabar ibu?” dengan suara lembut yang tak pernah kudengar darinya sebelum itu.

Aku gembira tak terkira walaupun aku tak menunjukkan perasaanku kepadanya samasekali. 4 jam kemudian aku menelponnya di ponselnya, dan ia menjawabku dengan nada yang berbeda dari biasanya: “Bu, aku disamping masjid dan aku baru akan salat waktu ibu menelponku.

Maka akupun tak mampu menahan tangisku, bagaimana mungkin ia yang tak pernah salat bisa mulai salat dan dengan lembut menanyaiku apa kabar? Tak sabar aku menanti kedatangannya dan segera kutanyai sejak kapan engkau mulai salat?

Jawabnya, Aku sendiri tak tahu Bu, waktu aku didekat masjid mendadak hatiku tergerak untuk salat.”

Sejak itu kehidupanku berubah 180 derajat, dan anakku tak pernah lagi berteriak-teriak kepadaku dan sangat menghormatiku. Tak pernah aku mengalami kebahagiaan seperti ini walaupun aku sebelumnya sering hadir di majelis-majelis zikir dan pengajian-pengajian.

Doa Ibu Itu Sangat Ampuh
Karena beratnya kehidupan sehari-hari seringkali seorang ibu melupakan doa untuk anak-anaknya, sering juga dia menganggap bahwa pusat-pusat bimbingan psikologi adalah jalan lebih baik untuk perkembangan anak-anaknya.

Padahal justru doa Ibu adalah jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya di dunia dan akhirat. Jangan pernah bilang: “Ah anakku masih kecil, ngapain didoakan?”

Jadi doakan mereka mulai sekarang, dan jadilah orang yang bermurah hati dengan doa-doamu untuk mereka. Allah telah mengkaruniai kita para ibu sebagai wasilah bagi anak-anak kita dalam hubungan mereka dengan Allah melalui doa-doa kita untuk mereka.

Kita bisa melakukannya kapanpun kita mau, dan kita bisa mengetuk pintuNya kapanpun kita mau dan Allah tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur.

Sumber: Widiynews

2018/09/24 10:15

Selasa, 11 September 2018

Syahrulloh al kariim

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Buat semua saudaraku muslim di manapun berada, *Selamat Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, kullu am, wa antum thoyyibun* 🙏☺

Teriring doa, Semoga di tahun baru Islam ini, Kita semua semakin dinamis, senantiasa mendapat  keberkahan, kesejahteraan, hikmah kehidupan, dan petunjuk serta RidhoNya Allah SWT... Amin..

Hijrah Nabi Muhammad Saw, bukan hanya sekedar pindah tempat dari Makkah ke Madinah, akan tetapi adalah perjuangan mati-matian untuk membela Islam, MARI KITA TERUSKAN SAMPAI KIAMAT !

Minggu, 09 September 2018

Phubbing istilah baru efek teknologi

Phubbing adalah istilah baru yang muncul efek dari perkembangan teknologi 
Yaitu sebuah tindakan seseorang yang sibuk sendiri dengan gadget di tangannya, sehingga ia tidak perhatian lagi kepada orang yang berada di dekatnya. Coba kita berfikir .. buat apa kiranya mengadakan suatu pertemuan atau reunian kalau akhirnya pada sibuk sendiri. Musyawarah atau obrolan dan sendagurau yang seharusnya menyenangkan hilang akibat kesibukan masing masing dalam main hp.
Ya Rabb. Kita sudah menjadi phubber sejati.
Padahal Rasulullah sangat memperhatikan adab saat berbicara dengan orang lain. Dalam kitab Syamail Muhammadiyah, disebutkan Baginda Nabi selalu perhatian kepada lawan bicaranya. Bila ia tertawa maka Nabi ikut tertawa. Jika ia takjub terhadap apa yang sedang dibicarakan maka Nabi juga ikut takjub.

ولا يقطع على احد حديثه

“Dan Rasulullah tidak pernah memotong pembicaraan orang lain.” (Hadist Riwayat Tirmidzi)
Bahkan saya pernah duduk di suatu masjid untuk shalat Jumat, dan pemuda di samping saya bermain medsos sepanjang khutbah! Ini namanya bukan lagi phubbing kepada orang lain, tetapi kepada Allah!
Karena sejatinya sejak langkah pertama kita masuk ke baitullah (masjid) maka kita sudah berhadapan kepada Allah. Sungguh mengherankan kalau ada orang niat mau shalat Jumat ke masjid kok bawa hape.
Saudaraku, mari kita benahi diri sendiri. Tidak berarti kita berhenti gunakan hape, tapi setidaknya kurangi phubbing sebisa mungkin. Hargai orang-orang di sekitar kita. Dan lebih penting lagi, kita teladani Rasulullah sebagai panutan kita.
Jangan sampai handphone yang kita beli dengan keringat hasil usaha sendiri ini, justru memisahkan kita dengan orang-orang yang kita sayangi. Bahkan memisahkan kita dengan Rasulullah SAW.

Santapan cahaya kehidupan

Walaupun cahaya adalah santapan bagi jiwa
dan bagi penglihatan-qalb,
ragamu pun membutuhkannya. 

Jika ragamu, yang semula kebiasaannya bagaikan setan,  
tak dapat berubah menjadi gemar akan cahaya,
tidaklah sang Nabi akan bersabda,  
"bahkan setanku telah menjadi Muslim." 

Ketika perutmu tengah rakus,
engkau perlu berjarak dengan dunia;
ubahlah asupan makananmu.

Jika qalb-mu yang sedang sakit,
segera cari obatnya:
ubahlah sikapmu.

Jika engkau diperbudak makanan,
bebaskan dirimu,
dengan melemahkan ragamu.

Di dalam lapar terdapat banyak nutrisi:
carilah dengan tekun
dan lambungkan harapan menemui-Nya.

Santaplah cahaya, 
jadilah seperti mata.

Wahai insan,
akrabilah para malaikat.

Seperti malaikat,
jadikan berpuji pada-Nya
sebagai santapanmu.



Sumber:

Rumi: Matsnavi  V: 288, 293 – 298.

Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh
Camille dan Kabir Helminski, 
dalam "Rumi: Jewels of Remembrance," 
Threshold Books, 1996.
Terjemahan dari Bahasa Persia oleh

  • Yahya Monastra. 

Kamis, 06 September 2018

Harapku Ilahi ...maqsuudii...

Alloohu kariim... Aqw mengadu padamu berharap akan mabninya iman dalam hati ini,
meski yatagoyyaru kullu hawaadtsi marfu'an au mansuuban au majruuron wa majzuuman,
semua datang silih berganti, jadikanlah hambaMu ini mudhofan terhadapMu..
Yang slalu berjalan dalam qoidahMu

Minggu, 02 September 2018

Sapaku dari kejauhan..

Nan kian lama tak jumpa, tiada menyapa ..pula..
Ingin ku goreskan kata kata indah nan puitis pada matahari
Agar terpancar semua rona kata kian hangat...
Menyebar bersamasinar keseluruh jagat raya..
Mencari di mana dirimu berada...

#beritaku menyapamu.. salam hangat dariku..
#desah hati, semoga semuanya menjadi pembelajaran yang berarti...
#salamku untukmu...
#sahabat yang tak pernah lelah..